BULUKUMBA,infotanews.id – Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia 2026, RSUD H. Andi Sulthan Dg Radja (HASDR) Bulukumba menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi tentang tuberkulosis (TBC) yang berlangsung di Poliklinik Paru pada 16 Maret 2026. Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Cabang Sulselbar dan diikuti oleh pasien, pengunjung, serta pegawai rumah sakit.
Dalam kegiatan tersebut, dokter spesialis paru, dr. H. Hamka, Sp.P, menyampaikan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam upaya penanggulangan TBC. Ia mengajak pemerintah dan masyarakat untuk bersatu dalam memerangi penyakit menular tersebut.
“Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan dapat menyerang paru-paru. Siapa pun bisa terinfeksi, terutama mereka dengan daya tahan tubuh rendah,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Hamka memaparkan berbagai hal penting terkait TBC, mulai dari pengertian penyakit, kelompok yang berisiko, hingga jenis-jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi TBC secara dini. Ia juga menegaskan bahwa TBC merupakan penyakit yang bisa disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur dan tuntas.
Selain itu, edukasi mengenai pencegahan penularan juga menjadi fokus utama dalam sosialisasi tersebut. Masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat batuk, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.
Sementara itu, perwakilan PKRS dan Humas RSUD HASDR Bulukumba, Maksum Tantu, menegaskan bahwa eliminasi TBC tidak dapat dicapai tanpa keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Upaya eliminasi TBC hanya bisa berhasil jika ada peran aktif dari semua pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, RSUD HASDR Bulukumba berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC semakin meningkat serta mendorong langkah nyata bersama dalam mewujudkan Indonesia bebas TBC. (*)
