BULUKUMBA,infotanews.id – Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi melakukan pengajuan (submit) proposal inovasi unggulan “LORONG JELITA” (Layanan Jemput Bola Kartu Identitas Anak dari Lorong ke Lorong) pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) PRO Tematik Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB.
Proposal inovasi milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bulukumba ini telah diverifikasi dan masuk dengan status “Diterima Admin Instansi” untuk kategori Multikanal Layanan.
Perjalanan Inovasi: Dari Kolaborasi Awal Hingga Era Baru Posyandu
Inovasi LORONG JELITA diinisiasi sejak Maret 2020 sebagai respon atas rendahnya pemenuhan hak sipil anak di Kabupaten Bulukumba. Pada kondisi baseline 2020, cakupan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) di Bulukumba terbilang sangat kritis, yakni hanya berada di angka 1,69% (2.138 anak dari total 126.528 anak). Hal ini dipicu oleh pola pelayanan pasif di kantor dinas yang menyulitkan masyarakat akibat kendala jarak, biaya transportasi, serta keterbatasan akses bagi kelompok rentan.
Sejak awal digulirkan pada 2020, Disdukcapil telah memelopori pendekatan kolaboratif lintas sektor melalui jaringan Pentahelix guna memenuhi target nasional capaian kepemilikan KIA, khususnya bagi bayi baru lahir dan kelompok rentan. Sinergi masif ini melibatkan puskesmas, bidan desa, organisasi masyarakat/sosial, Forum Anak Panrita Lopi, TP PKK, Dharma Wanita, Bunda PAUD, Kementerian Agama, LAKPESDAM NU, BKPRMI, hingga Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).
Seiring perkembangannya, Pemkab Bulukumba melakukan penguatan strategi dengan mengintegrasikan LORONG JELITA ke dalam 605 Posyandu Era Baru yang tersebar hingga ke tingkat desa/kelurahan. Melalui transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan terpadu 8 bidang, layanan kependudukan—terutama penerbitan KIA, Akta Kelahiran, dan KK—kini hadir secara aktif mendekatkan pelayanan langsung di tengah-tengah masyarakat.
Transformasi Dampak dan Hasil Nyata
Melalui strategi jemput bola (mobile service), layanan digital GoPanrita (WhatsApp & QR Code), serta penguatan jejaring kemitraan inklusif, LORONG JELITA mencatatkan capaian kinerja yang signifikan:
Lonjakan Kepemilikan KIA: Cakupan kepemilikan KIA melompat tajam dari 1,69% (2020) menjadi 64,80% (2022), dan secara konsisten mampu dijaga melampaui 85% pada rentang 2023–2026, melampaui target nasional.
Kepuasan Masyarakat Meningkat: Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) atas layanan kependudukan meningkat drastis dari kategori sangat rendah (4,07%) menjadi 88,14% dengan predikat Sangat Baik.
Penjangkauan Kelompok Inklusif: Menjangkau 100% target kelompok rentan, mencakup anak-anak penyandang disabilitas (berkolaborasi dengan PPDI), masyarakat adat Ammatoa Kajang, komunitas pesisir, serta balita berisiko stunting melalui sinergi program PEDAS IV.
Efisiensi Biaya: Memangkas biaya operasional pengurusan dokumen kependudukan warga menjadi Rp0,- (Gratis 100%) serta memberikan kepastian hukum sejak fase kelahiran anak.
Komitmen Keberlanjutan dan Layanan Inklusif Pemerintah Kabupaten Bulukumba berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan inovasi LORONG JELITA melalui payung hukum Peraturan Bupati Bulukumba No. 38 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Inovasi Daerah, serta pengalokasian anggaran yang berkesinambungan.
Pengajuan inovasi pada KIPP PRO Tematik 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi nasional, tetapi juga memperkuat posisi Kabupaten Bulukumba sebagai daerah yang ramah anak, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat hingga ke pelosok desa. (*)










Komentar