BULUKUMBA,infotanews.id – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bulukumba melaksanakan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dengan mengangkat tema “Perempuan Penopang Keluarga, Tangguh, Mandiri, dan Bebas dari Kekerasan”, bertempat di Gedung Phinisi, Ruang Kahayya, Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan ini sejalan dengan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terkait pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) yang berpusat pada perlindungan sosial, pemenuhan hak ekonomi dan kesetaraan gender bagi kelompok perempuan yang rentan.
Kegiatan tersebut di buka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba Muh. Ali Saleng, S.H., M.Si. Turut hadir Ketua TP-PKK Kabupaten Bulukumba, Ir. Hj. Andi Herfida Muchtar, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Andi Mappatunru Asnur, S.STP., M.Si, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bulukumba (Owner Café dan Resto Grand 99), para Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Ketua dan anggota Organisasi Perempuan, Konselor PUSPAGA Kabupaten Bulukumba serta Unsur penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba Muh. Ali Saleng, S.H., M.Si., menyampaikan
Menurutnya, keterlibatan berbagai organisasi menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan sekaligus memperkuat dukungan terhadap perempuan agar mampu berdaya, mandiri, dan berperan dalam keluarga maupun masyarakat.
Sosialisasi tersebut menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang dan perspektif yang berbeda. Mereka adalah Ketua TP PKK Bulukumba, Ir. Hj. Andi Herfida Muchtar; Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bulukumba, Hj. Hamrina Andi Muri, S.Pd., M.Si sekaligus sebagai Owner Café dan resto grand 99 serta Konselor PUSPAGA Bulukumba, Hj. Banri Alang, S.Pd., M.M.
Ketua TP PKK Bulukumba, Hj. Andi Herfida Muchtar, menekankan pentingnya peran perempuan penopang keluarga dalam menjaga ketahanan ekonomi dan keharmonisan keluarga.
“Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi dan keharmonisan keluarga. Perempuan penopang keluarga, mari kita berdaya tanpa kekerasan, saling menguatkan, saling melindungi, dan bersama-sama membangun keluarga yang aman, mandiri dan bermartabat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bulukumba (Owner Café dan resto Grand 99), Hj. Hamrina Andi Muri, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan kewirausahaan.
“Kebanyakan kekerasan terjadi karena faktor ekonomi, kondisi dimana tekanan finansial dapat memicu terjadinya kekerasan. Olehnya itu perempuan diharapkan berdaya membangun kewirausahaan. Terutama di Kabupaten Bulukumba, mayoritas pelaku usaha UMKM adalah perempuan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Konselor PUSPAGA Kabupaten Bulukumba, Hj. Banri Alang, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa setiap perempuan memiliki hak untuk hidup aman, dihargai, didengarkan, dan mendapatkan perlindungan.
“Perempuan berhak hidup aman, dihargai, didengarkan, dan dilindungi. Menjadi penopang keluarga bukan berarti harus menanggung kekerasan dalam diam” tuturnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah terhadap perempuan, dimulai dari keluarga hingga lingkungan sosial dan jika terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat melaporkan ke UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) dan PUSPAGA ( Pusat Pembelajaran Keluarga).
Melalui kegiatan ini, DP2KBP3A Bulukumba mendorong penguatan peran serta masyarakat dan organisasi perempuan dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, mendukung pemberdayaan perempuan, serta memperkuat ketahanan keluarga di Kabupaten Bulukumba. (*)














Komentar