Kadisparpora Bulukumba Terima Kunjungan 90 Wisatawan Mancanegara, Kawasan Pembuatan Kapal Pinisi Tanah Beru Pilihan Utama

BULUKUMBA,infotanews.id – Sebanyak 90 orang turis mancanegara melakukan kunjungan wisata di Kabupaten Bulukumba. Salah satu destinasi wisata pilihan utama yang mereka kunjungi adalah kawasan wisata pembuatan Kapal Pinisi Tanah Beru, Kecamatan Bulukumba, Sulawesi Selatan, Jumat (30/1/2026).

Rombongan wisatawan asing asal Australia, New Zealand, United Kingdom, Spanyol, United States tiba di kawasan pembuatan kapal Pinisi pada pukul 08.00 Wita. Mereka menggunakan kapal wisata MV Coral Geographer yang berlabuh di perairan pantai Tanah Beru.

Kunjungan wisatawan itu diterima oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Hj. Hamrina A. Muri, S.Pd, M.Si di dampingi jajaran bersama staf Disparpora. Wisatawan disambut dengan tarian lokal atraksi api dan ma’laga bola takraw.

Kadisparpora Bulukumba, Hj. Hamrina A. Muri, S.Pd, M.Si, menyambut hangat semua rombongan tamu yang datang dan menyampaikan terimakasih atas kedatangannya telah berkunjung di kawasan Pembuatan Kapal Pinisi Bulukumab sebagai destinasi wisata andalan Bulukumba yang sudah di akui UNESCO.

Dalam sambutan bahasa inggris dihadapan rombongan wisatawan, Hj. Hamrina menjelaskan Bulukumba merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Sulawesi Selatan. Ikon Bulukumba adalah industri pembuatan kapal Pinisi, yang tidak hanya merupakan warisan lokal yang masih ada hingga kini, tetapi juga telah menjadi kapal terkenal di dunia dengan keberanian menyeberangi lautan.

“Pada tahun 2017, Pinisi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO. Pengakuan ini tidak hanya menempatkan Pinisi sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai bagian dari narasi global tentang maritim Indonesia,” jelas Hj. Hamrina dalam disambut tepuk tangan dari rombongan wisatawan.

Lebih jelas Hj. Hamrina mengungkapkan, pembuat kapal yang dikenal sebagai ‘panrita lopi’ dapat mengarungi kapal tanpa menggunakan mesin, melainkan dengan memanfaatkan arah angin. Bulukumba juga memiliki potensi besar untuk pariwisata, termasuk pariwisata alam, pariwisata maritim, pariwisata budaya, dan pariwisata buatan manusia.

“Salah satu destinasi wisata terkenal di dunia adalah Pantai Tanjung Bira. Pantai Tanjung Bira memiliki pasir putih yang indah dan pemandangan pantai yang eksotis. Tempat ini telah dikunjungi oleh jutaan orang dan menjadi salah satu destinasi wisata paling favorit di Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, Bulukumba juga memiliki atraksi wisata budaya yang sangat terkenal, yaitu Kawasan Adat Ammatoa Kajang. Kawasan tradisional ini memiliki karakteristik unik yang menjaga tradisi nenek moyang dengan kesederhanaan, di mana penduduknya tidak menggunakan listrik dan berpakaian serba hitam.

“Untuk mendukung pariwisata, kami selalu mengadakan kegiatan promosi melalui acara seperti Festival Pinisi, yang diadakan setiap tahun. Tahun ini, Festival Pinisi ke-16 akan diadakan dengan menggabungkan seni lokal dan atraksi menarik lainnya,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebagai perwakilan pemerintah daerah, merupakan kehormatan besar bagi kami untuk dikunjungi, dan kami benar-benar berharap kegiatan semacam ini dapat berkelanjutan sebagai promosi kami.

Usai sambutan, di lanjutkan penyerahan cinderamata secara bergiliran dari Disparpora menyerahkan miniatur kapal Pinisi dan dari tim wisatawan menyerahkan cendramata yang di serahkan langsung ke Camat Bontobahari.

Selanjutnya, moment yang di nantikan wisatawan adalah peninjauan proses pembuatan kapal Pinisi yang di bagi 4 grup masing- masing melihat langsung proses pembuatan kapal Pinisi mulai dari bawah sampai kedalaman badan kapal Pinisi yang di pandu beberapa staf Disparpora menggunakan bahas inggris.

Mereka sangat senang mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Daerah melalui Disparpora, Camat Bontobahari dan masyarakat lokal yang hadir membersamai turis turis asing tersebut datang melihat proses pembuatan kapal Pinisi.

Tak lupa, saat pamit turis asing tersebut membeli aneka ragam ole- ole khas Bulukumba untuk mereka bawa sebagai kenang-kenangan ke negara asalnya. (*)

Komentar