BULUKUMBA,infotanews.id – Dalam upaya melestarikan kebudayaan kearifan lokal sejak usia dini, TK Bintang Jln Menara yang berlokasi di kawasan pesisir Jalan Menara, Kabupaten Bulukumba, resmi memperkenalkan inovasi pendidikan anak usia dini berbasis kearifan lokal bertajuk “AKKALOMBA CERIA”, Rabu (7/10/2026).
Inovasi ini digagas oleh Kepala Sekolah TK Bintang Jln Menara, Fatimah A. Rasyid, S.Pd., bersama pendidik Irda Damayanti, S.Pd., Gr. Peluncuran inovasi ini juga dirangkaikan sebagai bentuk persembahan khusus dalam mendukung kemeriahan Festival Pinisi serta Jambore Pelayanan Publik Kabupaten Bulukumba.
Inovasi AKKALOMBA CERIA merupakan pendekatan pembelajaran konkrit dan bermakna yang mengubah tradisi budaya lokal Bulukumba menjadi sumber belajar yang hidup, interaktif, dan menyenangkan. Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak sekadar menjadi penonton budaya, tetapi diajak untuk mengalami, menceritakan, serta menghargai nilai-nilai luhur daerahnya.
Transformasi Karnaval PAUD Menjadi Pengalaman Belajar Bermakna
Gagasan ini berawal dari momentum Gebyar PAUD. Jika kegiatan karnaval PAUD pada umumnya hanya berfokus pada penampilan busana adat atau profesi, inovasi AKKALOMBA CERIA menghadirkan sentuhan bermakna dengan mengangkat tradisi Akkalomba/Makkalomba serta pakaian adat khas Adat Kajang.
Anak-anak didik hadir mengenakan pakaian adat hitam khas Kajang sambil membawa bakul kecil yang berisi deretan kuliner tradisional khas Bulukumba, seperti burasa, songkolo, cucuru/beppa cella, dan uhu-uhu/ruhu-ruhu. Kuliner tersebut kemudian diserahkan secara simbolis. Proses ini melatih keberanian, kepedulian, gotong royong, serta rasa bangga terhadap identitas daerah sejak usia dini.
“Pengenalan budaya tidak boleh hanya sebatas gambar atau simbol visual saja. Melalui Akkalomba Ceria, anak-anak dapat menyentuh, merasakan kuliner tradisional, memakai pakaian adatnya, dan menceritakan kembali pengalamannya. Ini membentuk karakter bangga budaya secara berkelanjutan,” ujar Fatimah A. Rasyid, S.Pd., Kepala TK Bintang Jln Menara.
Inovasi Terintegrasi Aplikasi LAPOR INOVASI Bapperida. Keunggulan lain dari lahirnya inovasi ini adalah kepatuhan dan integrasi pelaporannya ke dalam sistem tata kelola pemerintahan daerah. Inovasi AKKALOMBA CERIA telah resmi dilaporkan melalui aplikasi LAPOR INOVASI, yang merupakan salah satu layanan inovasi daerah besutan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bulukumba.
Aplikasi LAPOR INOVASI ini digagas oleh Kabid Riset dan Inovasi Daerah Bapperida bekerjasama dengan TIM Innovation Cafe serta peserta PKL dari SMK TI Bulukumba untuk mempermudah para praktisi dan masyarakat dalam menginput serta melaporkan gagasan inovasi daerah langsung melalui smartphone.
Komponen Utama AKKALOMBA CERIA
Inovasi AKKALOMBA CERIA menggabungkan 6 (enam) pilar utama pembelajaran:
1. Pengenalan Budaya: Mengenalkan makna tradisi Akkalomba/Makkalomba lewat lagu, cerita, dan permainan.
2. Busana Adat: Menanamkan sikap saling menghargai melalui pengenalan pakaian adat Kajang.
3. Kuliner Tradisional: Edukasi rasa dan sejarah makanan lokal seperti burasa dan songkolo.
4. Karnaval Edukatif: Menjadikan parade budaya sebagai media pembelajaran aktif.
5. Pembentukan Karakter: Menumbuhkan sikap percaya diri, gotong royong, dan rasa berbagi.
6. Dokumentasi Portofolio: Pembuatan album foto cerita “Aku Kenal Budayaku” sebagai evaluasi perkembangan anak.
Diharapkan inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan PAUD lainnya di Kabupaten Bulukumba untuk terus menggali kearifan lokal dalam membina generasi muda yang berkarakter dan berbudaya. (*)








Komentar