BULUKUMBA,infotanews.id – Gedung Pinisi kembali menjadi pusat literasi dan pengembangan inovasi daerah. Hari ini, Selasa (28/4), inovasi KAREBA (Karcis Elektronik Bulukumba) resmi menjadi referensi utama dalam penelitian skripsi mahasiswi Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Negeri Makassar (UNM), Dwi Anggriani Safitri S.
Penelitian tersebut mengangkat judul “Implementasi Program KAREBA dalam Layanan Retribusi Digital Berbasis Sistem E-Ticketing di Kawasan Wisata Pantai Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba”. Riset ini membedah secara mendalam bagaimana transformasi digital mampu mengoptimalkan sektor pariwisata daerah melalui sistem yang lebih transparan dan efisien.
Kehadiran akademisi ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bulukumba, Hj. Hamrina Andi Muri, S.Pd., M.Si. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan sangat penting untuk memvalidasi efektivitas sebuah inovasi.
“Kami sangat mendukung penelitian ini. Implementasi KAREBA di Tanjung Bira adalah komitmen kami untuk menghadirkan layanan pariwisata yang modern dan akuntabel. Data dan temuan dari mahasiswa UNM ini nantinya akan menjadi masukan berharga bagi Disparpora dalam menyempurnakan layanan retribusi digital kami,” ujar Hj. Hamrina Andi Muri.
Dalam sesi pengambilan data di lantai empat Gedung Pinisi, tim inovator memberikan pemaparan mendalam kepada peneliti. Hadir langsung memberikan keterangan, Inovator KAREBA, Ubayd Mantsur, didampingi oleh Koordinator iCafe (Innovation Cafe), Endang Muliani, serta mendapat dukungan teknis dari Kabid Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Bulukumba, Anugrahwati Husain, S.Si.
Mewakili Pemerintah Daerah, Kepala Bapperida Bulukumba, Andi Irma Darmayanti Untung, S.T.,M.M juga menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat terbuka terhadap riset mahasiswa. Hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi bahan evaluasi dan penguatan agar sistem KAREBA semakin sempurna dalam meningkatkan PAD lewat retribusi pariwisata yang transparan,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.
Selama proses wawancara, tim memaparkan secara detail mengenai awal mula lahirnya inovasi, sistem e-ticketing yang digunakan, hingga strategi penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) agar adaptif terhadap teknologi. Penyiapan SDM menjadi kunci agar wajah pelayanan di Pantai Tanjung Bira tetap ramah namun tetap berbasis digital yang akuntabel.
Wawancara berlangsung hangat di ruang iCafe, sebuah ruang kolaborasi yang dirancang untuk memfasilitasi ide-ide kreatif dan literasi inovasi di Kabupaten Bulukumba. Sinergi antara praktisi pemerintahan dan akademisi ini diharapkan terus berlanjut demi kemajuan tata kelola daerah. (*)
