BULUKUMBA,infotanews.id – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026, RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulukumba menggelar kegiatan donor darah pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kegiatan berlangsung di Gedung Pusat Jantung Terpadu RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba dengan mengusung tema “Setetes Darah, Sejuta Harapan”.
Kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan yang dilaksanakan secara serentak di berbagai rumah sakit dan instansi di Sulawesi Selatan pada 17–21 Oktober 2026.
Aksi tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian sosial sekaligus membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan transfusi.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan petugas kesehatan, pegawai rumah sakit, pengunjung, serta keluarga pasien yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan donor darah ini disaksikan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bulukumba sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Bulukumba, Hj. Andi Harfida Attas, bersama Direktur RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba, dr. H. Rizal Ridwan Dappi, Sp.OG, jajaran pengurus PMI Bulukumba, dan manajemen rumah sakit.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Andi Harfida Attas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendonor yang telah meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Ia juga menyapa para pendonor secara langsung serta memberikan semangat dan motivasi agar tetap berpartisipasi dalam kegiatan donor darah secara rutin sesuai ketentuan medis.
Menurutnya, donor darah merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap sesama.
Setiap kantong darah yang disumbangkan memiliki arti penting bagi pasien yang membutuhkan transfusi, baik dalam kondisi darurat, menjalani operasi, maupun dalam proses pengobatan tertentu.
Ia juga mengajak masyarakat Bulukumba untuk tidak ragu menjadi pendonor darah apabila memenuhi persyaratan kesehatan.
Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin besar pula peluang membantu pasien yang membutuhkan darah.
Rangkaian kegiatan donor darah dalam rangka Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan ini dijadwalkan berlanjut di tiga lokasi lainnya, yakni RS Ibu dan Anak Yasira Bulukumba, RSUD H. Andi Makarodda, serta Kampus STIKES Panrita Husada Bulukumba.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dan meningkatkan ketersediaan stok darah di Kabupaten Bulukumba.
Sementara itu, Direktur RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba, dr. H. Rizal Ridwan Dappi, Sp.OG, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Bulukumba, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini diikuti sekitar 120 orang yang berminat mendonorkan darah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 orang berhasil mendonorkan darahnya, sedangkan peserta lainnya belum dapat mendonor karena belum memenuhi persyaratan medis.
Dengan demikian, kegiatan ini berhasil mengumpulkan 67 kantong darah yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien di wilayah Bulukumba dan sekitarnya.
Ia menjelaskan bahwa sekitar 90 persen pendonor pada kegiatan tersebut merupakan pendonor pemula. Hal ini menjadi sinyal positif bagi tumbuhnya kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya donor darah.
“Alhamdulillah, antusiasme pegawai rumah sakit cukup baik. Sekitar 90 persen pendonor hari ini merupakan pendonor pertama. Ke depan, kami berharap partisipasi semakin meningkat, termasuk dari tenaga kesehatan yang belum memenuhi jadwal donor karena belum mencapai interval waktu yang dipersyaratkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus mendorong partisipasi pegawai dan masyarakat pada pelaksanaan donor darah berikutnya, dengan tetap memperhatikan persyaratan medis dan interval donor yang aman bagi kesehatan pendonor.
Melalui kegiatan ini, RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba bersama PMI Kabupaten Bulukumba berharap semangat berbagi dan kepedulian kemanusiaan semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan bukan hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat solidaritas dan aksi nyata bagi sesama. Sebab, setetes darah yang diberikan dengan tulus dapat menjadi harapan baru, bahkan menyelamatkan nyawa seseorang. (*)














Komentar