SELAYAR,infotanews.id – Tren kuliner terus berkembang dan membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menciptakan produk yang inovatif dan memiliki nilai jual. Melihat peluang tersebut, Rumah BUMN Selayar kembali menghadirkan pelatihan kuliner melalui kegiatan “Membuat Dessert Kekinian dan Simple Tanpa Oven” yang dilaksanakan di Co Working Space Rumah BUMN Selayar.
Kegiatan yang berlangsung, Rabu (7/10/2026) ini diikuti oleh 14 UMKM mitra binaan Rumah BUMN Selayar dengan menghadirkan Wahdani Sariwarsi sebagai pemateri. Pelatihan dirancang untuk memberikan keterampilan praktis sekaligus wawasan bisnis kepada peserta dalam mengembangkan produk kuliner yang sesuai dengan tren pasar.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai cara mengolah berbagai variasi dessert kekinian yang dapat dibuat secara sederhana tanpa menggunakan oven. Konsep ini menjadi alternatif bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha kuliner dengan peralatan yang relatif sederhana dan mudah diaplikasikan dalam skala usaha rumahan.
Selain keterampilan teknis, peserta juga didorong untuk lebih kreatif dalam mengembangkan variasi produk. Inovasi menjadi salah satu faktor penting agar produk kuliner lokal tidak hanya memiliki cita rasa yang menarik, tetapi juga mampu mengikuti selera konsumen dan memiliki daya saing di pasar.
Wahdani Sariwarsi dalam pelatihan tersebut juga membimbing peserta untuk memahami aspek perhitungan bisnis, khususnya dalam menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP). Pemahaman HPP diperlukan agar pelaku usaha dapat menentukan harga jual secara lebih tepat dengan mempertimbangkan biaya bahan baku, kemasan, serta komponen biaya produksi lainnya.
“Produk yang enak perlu diikuti dengan perhitungan usaha yang tepat. Pelaku UMKM harus mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu produk sehingga dapat menentukan harga jual dan keuntungan secara lebih terukur,” ujar Wahdani Sariwarsi.
Melalui kegiatan ini, Rumah BUMN Selayar tidak hanya mendorong mitra binaan untuk memiliki keterampilan baru, tetapi juga mengajak pelaku UMKM melihat peluang bisnis dari produk kuliner yang sederhana. Dengan kreativitas, perhitungan biaya yang tepat, serta kemasan yang menarik, produk yang dibuat dari skala rumahan dapat memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.
Dengan bertambahnya keterampilan dan wawasan bisnis, 14 UMKM peserta diharapkan mampu mengembangkan variasi produk kuliner masing-masing, menciptakan peluang usaha baru, serta meningkatkan daya saing produk lokal Selayar di tengah perkembangan tren kuliner yang semakin dinamis. (*)










Komentar