BULUKUMBA,infotanews.id – Sejumlah petani di Desa Bontosunggu, Kecamatan Gantarang kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi persawahan mereka. Akibatnya ratusan hektar sawah di wilayah tersebut tercancam gagal panen.
Syahrul, petani asal Dusun Bontosunggu, ditemui Wartawan, Kamis (27/8/2026) mengaku sebanyak 100 hektar lebih sawah di Desa Bontosunggu terdampak kekeringan dan dipastikan gagal panen.
Selain itu ada sekitar 20 hektar sawah sudah tidak bisa lagi diselamatkan, usianya baru 2 bulan, kondisi daun kering dan tidak pernah lagi mendapatkan air.
“Sebagian petani sudah tidak mau lagi mengurus sawahnya, karena begitu susahnya mendapat air di musim kemarau saat ini,” ungkapnya.
Solusi yang ia lakukan sekarang adalah pompanisasi di sungai namun tidak berhasil. Kondisi air pada sungai hampir kering dan tidak cukup mengairi ratusan persawahan.
“Mulai subuh, siang, sore sampai malam kami di sini untuk mencari air di sungai untuk pompanisasi alirkan air kesawah. Kami berharap pemerintah harus turun kelapangan untuk mencarikan solusi terbaik dan berharap air dari Bendungan Bayang-Bayang bisa masuk ke sungai Bontosunggu,” jelasnya.

Kepala Desa Bontosunggu, Nasrul Adam, menjelaskan sekitar 100 hektar lebih sawah yang terdampak yang terbagi atas 4 dusun. Namun yang banyak terdampak kekeringan ada di Bontosunggu bagian selatan, yakni Dusun Bontosunggu.
Petani sudah melakukan berbagai upaya seperti, pompanisasi sungai namun belum cukup mengairi sawah yang terdampak kekeringan, karena sifatnya sementara.
“Kami melakukan koordinasi dengan Penyuluh Pertanian sebagai perpanjangan tangan Dinas Pertanian untuk mencarikan solusi supaya pemasalahan sawah kekeringan ini bisa di atasi. Kami juga berharap agar air dari bendungan Bayang-Bayang bisa menjadi solusi untuk mengairi persawahan yang terdampak kekeringan,” harapnya.
Ia juga berharap kepada pemerintah kabupaten, provinsi,.mau pusat bisa merealisasikan proposal bantuan sumur bor air dalam yang sudah di kirim. Sumur bor air dalam ini kedalaman ya sekitar 100 meter dan bisa mengaliri ratusan hektar sawah di Desa Bontosunggu.
“Lahan sumur bor air dalam di Bontosunggu sudah ada yang mau hibahkan. Ada 4 titik lahan sumur bor air dalam siap digunakan untuk kebutuhan petani. Semoga bisa terealisasi,” pungkasnya. (*)














Komentar