BULUKUMBA,infotanews.id — Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bulukumba bakal diramaikan dengan cara yang tak biasa. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bulukumba akan menggelar Trofeo Football Merdeka pada Senin, 24 Agustus 2026, di Lapangan Sepak Bola H. Andi Sultan Daeng Radja Ponre kecamatan gantarang kabupaten Bulukumba.
Bukan sekadar pertandingan persahabatan. Trofeo ini mempertemukan tiga tim yang merepresentasikan tiga unsur penting di Bulukumba: PSSI Bulukumba sebagai regulator sepak bola, eksekutif pemerintahan, dan legislatif.
Tim PSSI Bulukumba akan diperkuat jajaran Exco dan pengurus. Sementara tim eksekutif diperkuat Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Adapun tim legislatif akan diisi pimpinan DPRD bersama anggota DPRD dan jajaran pejabat di Sekretariat DPRD.
Format tiga tim ini membuat lapangan sepak bola berubah menjadi panggung adu gengsi. Bukan hanya soal siapa yang paling banyak mencetak gol, tetapi juga menjadi ruang mempererat komunikasi dan kolaborasi antarlembaga melalui olahraga.
Liaison Officer ( LO ) sekaligus inisiator kegiatan, Saiful Alief Subarkah, yang akrab disapa SAS, dalam keterangan persnya pada Kamis, 20 Agustus 2026, mengatakan Trofeo Football Merdeka dirancang sebagai bagian dari semangat memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Menurut SAS, sepak bola dipilih karena memiliki daya rekat sosial yang kuat. Lapangan menjadi titik temu yang mencairkan segala hal antara regulator, pemerintah daerah, dan parlemen.” kata SAS.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni peringatan kemerdekaan. Trofeo ini sekaligus menjadi momentum membangun kebersamaan dan memperkuat sinergi dalam mendorong perkembangan olahraga, khususnya sepak bola, di Kabupaten Bulukumba.
Pertandingan tiga tim itu diperkirakan bakal menyajikan tontonan yang menarik. Sebab, para pemainnya bukan pesepak bola profesional yang sehari-hari berlaga di kompetisi, melainkan para pengambil kebijakan dan pengurus organisasi yang kali ini harus membuktikan kemampuan mereka mengolah si kulit bundar.
Di atas lapangan, jabatan dan pangkat untuk sementara ditanggalkan. Yang berlaku hanya satu hukum: siapa mencetak gol, dia yang unggul.
Trofeo Football Merdeka pun menjadi cara PSSI Bulukumba menerjemahkan semangat kemerdekaan: kompetisi yang sehat, sportivitas, kebersamaan, dan persaudaraan. (*)














Komentar