BULUKUMBA,infotanews.id – Petani di Kecamatan Ujung Loe resah dengan harga gabah turun dengan harga Rp5.500/Kg. Padahal pemerintah telah menetapkan harga Rp6.500/Kg.
Selain itu, kadar air dipotong 5 persen per 100 Kg, jadi ini sangat meresahkan masyarakat. Kata H. Andi Pangerang Hakim.
Oleh karena itu, Ketua Komisi III DPRD Bulukumba H. Andi Pangerang Hakim, mengatakan, turunnya harga gabah kering di picu karena pihak Bulog beralasan full gudang.
“Tidak ada alasan full gudang, ini akal akalanya saja Bulog. Banyak petani di Kecamatan Ujung Loe mengeluhkan harga gabah. Anjloknya harga gabah ini sudah terjadi sejak beberapa minggu lalu,” tegas Andi Pangerang.
Politisi partai PPP ini menilai musim kemarau seperti saat ini gabah lebih cepat kering, sehingga kualitas dan harga gabah ditingkat petani lebih bagus dan stabil.
“Kasihan petani kita, ini tidak boleh di biarkan. Pemerintah seharusnya membantu petani untuk memberi solusi bagaimana supaya harga gabah harus sesuai harga yang ditetapkan pemerintah Rp6.500/Kg,” jelas Andi Pangerang. (*)














Komentar