Ayo Datang Besok ke Pantai Merpati Pecahkan Rekor MURI Minum Kopi Pakai Gula Aren dengan Peserta Terbanyak

BULUKUMBA,infotanews.id – Antusias peserta minum kopi pakai gula aren siap pecahkan Rekor MURI, Demikian diungkapkan Ketua Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KMB) Hendra Pachri sebagai penggagas kegiatan, Jumat (24/10/2025).

“Semua pemilik Warkop dan barista di Bulukumba siap berkontribusi menyajikan racikan kopi pakai gula aren secara gratis kepada ribuan peserta yang di gelar Sabtu 25 Oktober 2025, sore di Pantai Merpati Bulukumba sebagai rangkaian dari Festival Pinisi,” ungkap Hendra.

Pada momentum tersebut akan ada bakti sosial donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis dengan meilbatkan PMI Bulukumba, Dinas Kesehatan, RSUD H.A. Sulthan Daeng Radja Bulukumba.

“Kami ucapkan terimakasih kepada PMI Bulukumba, Dinas Kesehatan yang akan ikut berkontribusi pada kegiatan Rekor MURI minum kopi terbanyak. Jadi sambil minum kopi peserta juga bisa donor darah dan periksa kesehatan gratis,” ungkapnya.

Menurut Hendra, kegiatan ini bukan sekadar upaya pemecahan rekor, tetapi juga bentuk nyata penguatan identitas kopi lokal Bulukumba. Pada kegiatan ini akan menggunakan Kopi Kahayya yang tumbuh di ketinggian hingga 1.200 MDPL dan dikenal dengan karakter campuran arabika dan robusta.

“Jangan hanya melihat kopi Kahayyanya, tapi Bulukumba adalah salah satu tempat dengan potensi kopi luar biasa di selatan Sulsel,” ujarnya.

Kopi akan diseduh dengan metode tubruk tradisional, dipadukan dengan gula aren. Cara minum kopi yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bulukumba dan berbagai daerah di Indonesia. Dengan mengangkat metode ini, panitia ingin menegaskan bahwa kopi bukan hanya soal rasa, tapi juga soal akar budaya dan kebersamaan.

Event ini juga menjadi panggilan bagi pelaku usaha kopi di Bulukumba seperti warung kopi, kafe, dan UMKM untuk lebih banyak menggunakan biji kopi lokal sebagai bahan utama. Dengan begitu upaya ini bisa membatu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Harusnya usaha yang bergerak di dunia kopi menggunakan kopi lokal untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani,” tambah Hendra.

Kopi Bulukumba tidak hanya tumbuh di Kahayya, tapi juga di wilayah lain seperti di Kindang ada Borong Rappoa, di Kajang dan Bulukumpa juga ada kopi di sejumlah desa meski tidak banyak. Semuanya memiliki karakteristik rasa dan cerita tersendiri. Dengan mengangkat kopi lokal, Bulukumba memperkuat posisinya sebagai rumah bagi warung kopi yang tidak hanya menyajikan minuman, tapi juga menyajikan identitas.

Panitia mengajak seluruh masyarakat Bulukumba dan pengunjung Festival Pinisi untuk ikut serta dalam kegiatan ini. Menghidupak budaya kolaborasi dan gotong royong untuk mencatat sejarah, mengangkat cita rasa tanah sendiri, dan menunjukkan bahwa kopi Bulukumba bukan hanya layak dinikmati tapi juga layak dibanggakan. (*)

Komentar